Burung Kedasih – Taksonomi, Ciri, Morfologi, Habitat, Jenis & Fakta Unik
Burung kedasih atau dalam bahasa latin disebut Cuculus merulinus yaitu jenis burung yang banyak dikaitkan dengan mitos oleh masyarakat. Sebagian orang yakin jika burung ini adalah burung penanda maut. Oleh alasannya akidah tersebut, kedatangan burung kedasih sangat tidak diinginkan sehingga banyak orang tak maumemelihara burung ini.
Taksonomi
Burung Kedasih memiliki istilah yang berbeda beda disetiap daerah. Secara internasional, beberapa negara menyebutnya dengan nama Paintive Cuckoo , sedangkan di Jawa kedasih disebut emprit gantil.
Berdasarkan pembagian terstruktur mengenai ilmiah, burung pengicau ini dapat dikelompokan sebagai berikut:
| Kerajaan | Animalia |
| Filum | Chordata |
| Kelas | Aves |
| Ordo | Cuculiformes |
| Famili | Cuculidae |
| Genus | Cacomantis |
| Spesies | C. merulinus |
| Nama binominal | Cacomantis merulinus |
Ciri & Morfologi
Burung kedasih mempunyai panjang tubuh sekitar 20 hingga 23cm, ekor cukup panjang dengan paruh yang cenderung pendek. Ciri lain yang paling menonjol dari kedasih yakni pupil matanya yang berwarna hitam. Tetapi di area pupil mata tersebut juga ada yang berwarna merah.

Untuk membedakan ciri fisik kedasih jantan dan betina sangatlah mudah. Kedasih jantan mempunyai bentuk tubuh dan kepala yang lebih besar, suaranya nyaring, dan bulu ekornya tidak mekar ketika bertengger.
Sedangkan burung kedasih betina mempunyai bentuk tubuh dan kepala yang lebih kecil dari jantan, suaranya condong lebih kecil dan bulu ekornya akan mekar dikala bertengger.
Habitat
Lingkungan kawasan tinggal spesies burung C. Merulinus ini yaitu tempat hutan, perkebunan, pedesaan dan tak jarang juga ditemui di area perkotaan.
Pada lazimnya , setiap burung akan menciptakan sarang yang dijadikan tempat tinggal atau daerah untuk bertelur. Tetapi berlawanan dengan burung kedasih. Burung ini justru termasuk satwa yang tidak mempunyai sarang. Burung ini selalu bertengger dari satu pohon ke pohon yang lain pada ketinggian sekitar 10 meter.
Jenis Kedasih
Spesies yang tergolong burung pengicau ini berisikan berbagai macam yang tersebar di alam liar. Setiap jenis mempunyai ciri khasnya tersendiri dan menjadi berbeda satu sama yang lain, antara lain:
1. Kedasih Kelabu
Burung kedasih kelabu memiliki panjang badan sekitar 20 sampai 23 cm. Jenis burung ini mudah ditemui di sekitar perkebunan dan di pinggiran hutan. Ciri fisik kedasih lelabu cukup umur yaitu warna bulu sawo matang dibagian kepala, serta berwarna debu-abu di bab leher dan bagian dada.
Sedangkan kedasih kelabu muda mempunyai tubuh yang berwarna cokelat muda dan garis-garis hitam di sisi atas badan dan bagian badan bawah berwarna putih.
2. Kedasih Hitam
Kedasih hitam atau dalam bahasa latin berjulukan Surniculus lugubris yaitu spesies burung dari keluarga Cuculidae dari Genus Surniculus. Burung kedasih hitam ukuran tubuhnya sedang, yakni sekitar 22-24 cm. Jenis kedasih ini memiliki warna bulu secara umum dikuasai berwarna hitam.
3. Kedasih Uncuing
Burung kedasih uncuing mampu kita jumpai di pinggiran perkebunan maupun daerah hutan. Ciri fisik yang dimiliki kedasih uncuing ialah adanya warna cokelat kelabu pada bab kepala, punggung, sayap, dan ekornya. Salah satu bagian yang menawan dari jenis kedasih uncuing ialah lingkar mata berwarna kekuningan.
Fakta Unik Kedasih
Burung kedasih merupakan salah satu spesies burung dengan keunikan tertentu. Apa sajakah itu? Mari simak penjelasan lengkap berikut ini:

1. Kedasih Tidak Membuat Sarang
Berbeda dengan burung yang lain, burung satu ini justru tidak menciptakan sarang untuk meningkat baik. Lalu bagaimana caranya bereproduksi Pada dikala hendak bertelur, burung pengicau ini akan menitipkan telurnya ke sarang burung yang lain dan meninggalkan telurnya begitu saja.
2. Burung Penyendiri
Pada umumnya, burung adalah binatang yang suka hidup berkelompok. Akan tetapi berbeda dengan burung ini, karena kedasih cenderung hidup sendiri. Mereka ialah burung penyendiri dan handal ketika sedang mencari makan.
3. Burung Licik atau Jahat
Banyak orang beranggapan bahwa burung ini mempunyai sifat licik. Hal ini terlihat dari sifatnya saat menitipkan telurnya, kedasih tidak eksklusif meninggalkan sarang burung tersebut, tetapi akan mencampakkan telur yang sebelumnya ada. Telur yang dibuang tersebut ialah telur dari pemilik sarang yang menjadi kawasan penitipan telur kedasih.
Comments
Post a Comment